Sabtu, 05 Mei 2012


Buku Hidup Sehat Ala Rasulullah Saw.
Buku Terbaru Terbitan Galangpress Penerbit





Sehat adalah salah satu nikmat luar biasa yang diberikan Allah. Dengan nikmat sehat ini kita bisa melakukan segala aktivitas, terutama beribadah kepada-Nya. Siapa pun pasti mendamba hidup sehat, yaitu terhindar dari pelbagai macam penyakit baik lahir maupun batin. Orang yang sehat tidurnya menjadi nyenyak, makan apapun terasa nikmat, dan senantiasa semangat dalam beraktivitas.
Rasullulah adalah teladan yang sempurna, baik dalam berbagai aktivitas kesehariannya maupun pola hidup sehatnya. Tidak hanya kesehatan secara jasmani, tetapi juga mental, spiritual, dan sosial (sehat secara holistik).
Buku Hidup Sehat Ala Rasulullah Saw menyajikan pelbagai fakta kebiasaan sehat Rasulullah yang setelah ditinjau ilmu kedokteran modern, ternyata terbukti mujarab dalam menghalau datangnya penyakit. Mulai dari pola makan Rasulullah sehari-hari, adab makan Rasulullah, makanan kesukaan Rasulullah serta khasiatnya, makanan dan minuman yang kurang disukai Rasulullah Saw., makanan dan minuman yang dilarang Rasulullah, hingga gaya tidur, berolahraga, berdzikir, berdoa, dan sebagainya. Ini semua adalah mutiara hidup sehat Rasulullah Saw., berarti kita sedang menjalani terapi pencegahan berbagai penyakit. Hal ini jauh lebih baik dan murah daripada harus berhubungan dengan obat-obat kimia senyawa sintetik.
Hidup Sehat Ala Rasulullah Saw.
Penulis : Muhammad Safrodin
Penerbit : Pustaka Marwa
Kategori Buku : Islam Populer
Tahun Terbit : 2012
ISBN : 978-602-8316-46
Ukuran : 13 x 20 cm
Tebal : 148 halaman


Rabu, 25 Mei 2011

PROFIL KECAMATAN KELUMPANG HULU (CANTUNG)





= CANTUNG KECAMATAN KELUMPANG HULU =


Kecamatan Kelumpang Hulu berbatasan dengan :
Sebelah utara : Kecamatan Sungai Durian.
Sebelah Timur : Kecamatan Kelumpang Barat dan Kecamatan Kelumpang Tengah.
Sebelah Selatan : Kecamatan Kelumpang Selatan dan Kecamatan Kelumpang Hilir.
Sebelah Barat : Kecamatan Hampang.


Mempunyai luas wilayah 55.344 Ha / 553,44 Km2. Sebagian besar daerah daratan dan pegunungan, selebihnya daerah rawa dan sebagian kecil perairan yaitu sungai dan laut. Adapun Gunung yang mengelilingi diantaranya banyak terdapat Gunung Batu Kapur sebagai Sumber Daya Alamnya. Juga Sungai Cantung yang membelah daerah ini merupakan Anugrah Tuhan yang sangat berarti. Karena walau kemarau panjang sekalipun tidak pernah kering. Masih ada lagi, yaitu Cantung juga dikenal sebagai penghasil Sarang Burung Walet yang terdapat di Goa Temuluang desa Bangkalaan Dayak.

Penduduk pribumi adalah suku Banjar yang tetap mendominasi, meski ada bidang pekerjaan lain seiring kemajuan zaman, tapi mata pencaharian asli yang masih ditekuni dari turun temurun disamping bertani yang terbanyak adalah menyadap karet. Kini hampir semua suku dan agama ada diwilayah ini, dan penganut agama terbanyak adalah Islam. Kehidupan yang mejemuk ini tidak dapat dipungkiri, karena itulah konsekwinsi perkembangan suatu wilayah, namun tetap saling menghormati sebagai insan yang bernaung dibawah dasar Negara Pancasila. Namun azas yang paling mendasar juga sudah tertanam dijiwa warga, terutama penduduk asli Cantung. Dimana sejak datu nenek dan orang tua, demikian juga seorang tokoh ulama Cantung yang cukup terkenal selalu memberi petuah : “ Rakat – rakat bekeluarga, rakat – rakat di kampung “ (bahasa Banjar). Maksudnya agar selalu akrab yang dimulai dari lingkungan terkecil hingga bermasyarakat.

Gambaran umum tersebut dirangkai sebagai Lambang Kecamatan Kelumpang Hulu.


MAKNA LAMBANG KECAMATAN KELUMPANG HULU

S I M B O L  M A K N A

  1. Perisai Segi Lima Berwarna : Menjunjung tinggi nilai – nilai luhur Dasar Negara Panca Sila
    Kuning
  2. Pohon Karet : Mata Pencarian masyarakat pribumi turun temurun
  3. Sungai : Sungai Cantung adalah Primadona warga yang selama ini dikenal tak pernah kering,
    meski kemarau panjang
  4. Daratan Hijau Di tepi Sungai : Komitmen masyarakat yang tetap ingin menghijaukan bumi Cantung
  5. Gunung Warna Hijau dan Putih : Panorama alam yang dikelilingi gunung, sebagian besar gunung batu kapur sebagai
    sumber daya alamnya
  6. Burung Walet Beriringan : Betapapun banyak ragam masyarakat, namun tetap seiring dan setujuan. terkenal
    serta dengan sarang burung waletnya
  7. Tulisan “ BARAKAT “ : Petuah Datu Nenek kepada anak cucu agar selalu akrab. Dan untuk mengabadikan
    istilah “BARAKAT” diharapkan tidak hanya slogan, tapi bermakna :
    BERSIH ( Hati, Diri, Keluarga dan Lingkungan )
    AMAN ( Tidak Mau Diganggu dan Mengganggu )
    RUKUN ( Dari Rumah Tangga hingga Bermasyarakat )
    AKUR ( Saling Asah, Asih dan Asuh / Menghargai Pendapat Orang Banyak )
    TAAT ( Patuh Kepada Hasil Mufakat, Hukum Agama, adat dan Pemerintah )

    Kesepakatan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda
    Kecamatan Kelumpang Hulu pada hari Kamis, 08 Pebruari 200

= Cantung Tempoe Doloe =



Kecamatan Kelumpang Hulu Kabupaten Kotabaru Propinsi Kalimantan Selatan lebih dikenal dengan nama Cantung. Pernahkah kita menengok kebelakang kalau Cantung dulunya adalah sebuah Kerajaan. Pernahkah kita menelusuri diantara nama-nama jalan yang kita kenal dimasa kini. Masih adakah istilah eronis bagi yang tidak mengetahui latar belakang daerahnya. Haruskah sebuah sejarah terabaikan atau bahkan mungkin tenggelam oleh arus zaman. Untuk itu saya coba mengabadikan sebuah historis yang bersumber dari mereka-mereka yang kini telah tiada dan untuk diketahui oleh generasi penerus kelak. Diakui kalau tulisan dibawah ini tidaklah mendetael atau terinci. Kritik, saran dan masukkan sangat diharapkan demi penyempurnaan. Namun setidaknya inilah gambaran Cantung dimasa Kerajaan...

Dalam sejarahnya Cantung didirikan oleh serorang Raja yang yang arif dan bijaksana bernama Pangeran Kesuma Negara sekeligus sebagai pemimpin kerajaan Cantung. Dalam kepemimpinannya beliau juga membawa Misi untuk menyebarkan agama Islam di Cantung. Beliau mepunyai dua orang anak yang bernama Puteri Aji Ambar dan Gusti Purba. Dalam menjalankan Kerajaan tenunya tidak luput dari ujian. Diantaranya menurut riwayat Puteri Aji Ambar pernah dibawa lari oleh Gusti Iberahim dari Kerajaan Banjar. Hingga Pangeran Kesuma Negara meminta bantuan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mencari Puterinya. Akirnya Gusti Iberahim dan Puteri Ambar ditemukan dan kembali dibawa ke Kerajaan. Namun Gusti Iberahim dibuang ke wilayah Irian Jaya.

Sebagai Raja tentunya mempunyai Kapitan. Tidaklah sembarang pilih untuk menentukan Kapitan. Tersebutlah Datu Tingkan yang terkenal kuat berasal dari Sampanahan. Dimana pada waktu itu sungai Cantung dihuni oleh buaya yang memangsa manusia. Saking besarnya buaya tersebut andai manusia duduk diatas punggungnya dengan kaki terjuntai, kaki itupun tidak akan menyentuh tanah. Tapi oleh Datu Tingkan hanya dengan sekali tebas leher buaya itupun putus. Sejak itulah di Sungai Cantung tidak ada lagi buaya yang memakan manusia. Demikian juga bila memotong betung (jenis bambu besar yang berdiameter sekitar 20 cm) hanya sekali tebas. Karena kesaktian itu oleh Pangeran Kesuma Negara beliau diangkat sebagai Patih sekeligus Penasehat Kerajaan. Dari turun temurun anak cucu beliau menyebut Datu Tingkan juga Datu Kapitan.

Sementara dalam kekuasaan wilayah yang cukup luas, datanglah sepupu Pangeran Kesuma Negara dari Banjarmasin yang bernama Pangeran Adipati unuk meminta wilayah. Pangeran Kesuma Negarapun memberikan Kerajaan di-wilayah Gunung Sembilan (daerah Napu, sekarang Kecamatan Hampang). Dengan nama Kerajaan baru yaitu Kerajaan Dinding Papan. Kerajaan Dinding Papan dan Pangeran Adipati sangat dikenal kedigdajayaannya, karena sesumber Pangeran jualah akhirnya Pemerintah Hindia Belanda dibawah Pimpinan Kapten Bandar Hida melakukan penyerangan dengan pasukan yang sangat besar. Dalam melakukan penyerangan tersebut Pemerintah Hindia Belanda yang terkenal dengan politik adu dombanya memanfaatkan saudara sepupu Pangeran Adipati, hingga diketahui titik kelemahan beliau. Yaitu dengan menggunakan peluru emas yang telah direndam dengan darah babi putih dan ditembakkan kemata hagi. Itulah satu-satunya cara yang dapat membunuh Pangeran Adipati. Beliaupun tewas dan kepala beliau dipenggal kemudian dibawa ke-Kotabaru.

Dibawah kepemimpinan Pangeran Kesuma Negara, Kerajaan Cantung dikenal cukup aman dan makmur disertai pesetnya perkembangan Agama Islam oleh misi beliau. Namun keadaan ini juga tersandung oleh politik jahat Pemerintah Hindia Belanda yang merasa keberatan Mendengar kemajuan tersebut.

Maka Pemerintah Hindia Belanda mencari siasat mengundang beliau ke-Kotabaru dengan ajakan ramah untuk bekerjasama. Atas hasil musyawarah beliaupun berangkat dengan kapal didampingi Datu Kapitan dan rombongan.
Sampai di Kotabaru oleh Pemerintah Hindia Belanda beliau diminta tinggal untuk beberapa hari, sedang Datu Kapitan dan rombongan kembali ke-Kerajaan. Tanpa menaruh curiga oleh tipu muslihat Belanda, sepeninggal rombongan Pangeran Kesuma Negara diminta melepaskan kekuasaannya. Namun beliau tetap bertahan hingga akhirnya dimasukkan kepenjara bawah tanah selama tujuh hari tujuh malam tanpa diberi makan hingga kondisi beliau lemah. Oleh Pemerintah Hindia Belanda beliau dipaksa untuk menanda tangani Surat Perjanjian Pelepasan Kekuasaan Kerajaan.

Karena kondisi demikian dan desakan maka dengan beberapa syarat beliaupun menandatangai Surat Perjanjian dimaksud. Diantaranya Kerajaan Cantung tetap berjalan. Akhirnya Pangeran Kesuma Negara beserta keluarga dibawa ke Pulau Jawa dalam Pengawasan Hindia Belanda, dan oleh Pemerintah Hindia Belanda beliau dibangunkan Kerajaan kecil di Bondowoso. Dengan demikian tampuk pimpinan Kerajaan Cantung kosong.

Selama kekosongan tersebut Datu Kapitanlah yang mengatur Kerajaan sampai akhirnya beliau menyerahkan kepada adik sepupu Pangeran sendiri yang ada di-Sampanahan yaitu Pangeran Antagiri.

Dalam memimpin Pangeran Antagiri cukup dikenal dimana-mana. Hingga suatu saat beliau diundang oleh Raja Pasir yang bernama Gusti Arung Maha Ratih untuk adu kebudayaan dan sabung ayam. Dalam adu tersebut semuanya dimenangkan oleh Pangeran Antagiri. Selesai peraduan beliaupun kembali ke-Kerajaan, dalam perjalanan pulang setelah sampai di Batu Batulis (sekarang daerah desa Karang Payau) rombongan beristirahat. Disana beliau sempat membuat tulisan pada batu tersebut. Itulah asal usul nama Batu Batulis. Sementara itu Raja Pasir rupanya penasaran atas kekalahannya, hingga mengirim buaya pujaan dengan maksud membinasakan Pangeran Antagiri. Untuk tak dapat diraih, malang tak dapat ditolah Pangeranpun tewas dan jasad beliau dibawa ke Kerajaan serta dimakamkan di-Kubur Besar. Desa Banua Lawas Kecamatan Kelumpang Hulu.

Penulis : Syamsudin M (Staff Kecamatan Kelumpang Hulu)




Jumat, 02 April 2010

Kunjungan Kepala Depag Kabupaten Kotabaru ke MTs. Nurul Muthafa Cantung



Sejak senin kemaren tanggal 29 Maret 2010 sampai 1 April 2010 telah diadakan Ujian Nasional tingka t SLTP serentak di seluruh Indonesia. Demikian juda di MTs. Nurul Musthafa Cantung.

mengiringi kegiatan penyelenggaran UN di Lingklungan MTs. Nurul Musthafa, Kepala Depag Kabupaten beserta rombongan mengadakan kunjungan Dinas pada hari rabu tanggal 31 Maret 2010. Tim melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UN juga sekaligus melakukan pembinaan ke MTs. guna pengembangan pendidikan selanjutnya.

Pelaksanaan UN di MTs. Nurul Musthafa cantung berjalan lancar. dari 52 peserta yang terdaftar hadir 52 orang.

Bedasarkan pengakuan Kepala MTs. Nurul Musthafa Cantung Lukman S.Ag, target kelulusan tahun ini adalah 100 %. hal ini dapat dilihat dari upaya pihak sekolah yang melakukan kegiatan tambahan belajar kepada anak didiknya sejak awal semester kemaren.

Minggu, 07 Maret 2010

BISNIS ANTI BANGKRUT

Banyak orang ingin berbisnis. Banyak orang berniat terjun ke dunia bisnis. Lebih banyak lagi yang sedang belajar bisnis. Ketika tiba gilirannya benar-benar harus memulai bisnis, hati menjadi gamang, bimbang dan ragu, tidak yakin, kurang pede, awang-awangen, nglangut. Lalu akhirnya, tidak mulai-mulai juga.

Apa pasal? “Bagaimana kalau nanti tidak laku, gagal, rugi, lalu bangkrut?”. Begitu, atau kata-kata yang sejenis itu yang biasanya menjadi momok dalam diri sendiri sehingga urung memulai bisnis.

Lha kok, tiba-tiba ada orang yang dengan pede sekali bertanya : “Mau nggak, saya beritahu bisnis yang dijamin tidak akan rugi atau bangkrut?”.

Semua orang yang mendengar pertanyaan itu mak plenggong, setengah melongo (karena hanya setengah, maka mimik buruknya jadi tidak terlalu kelihatan). Lalu lubang telinga pun serta-merta di-jembreng lebar-lebar. Penasaran kepingin tahu kelanjutannya. “Wah, penting ini”, kata hatinya sambil pura-pura seolah tidak penting.

Orang itu lalu berkata : “Bisnis yang dijamin tidak akan rugi dan tidak akan menyebabkan bangkrut adalah memuliakan anak yatim, memberi makan orang miskin, tidak berlaku tamak alias kewajiban zakat dan sedekahnya dipenuhi, dan jangan berlebihan mencintai dunia“.

Nafas pun kemudian dilepas lega. Kalau itu dari dulu juga sudah tahu, kata hati orang-orang yang mendengarkan. Tiwas methentheng, telanjur konsentrasi, mendengarkan breaking news tentang trik berbisnis anti bangkrut, rupanya cuma itu. Ya, singkatnya adalah bisnis memberi. Jadi nama bisnisnya adalah “memberi”. Bukan bisnis jual pulsa, bisnis ritel, bisnis garmen, bisnis IT, bisnis mobil, tapi bisnis “memberi”.

Dari jaman batu pun memang begitu. Tapi ya bagaimana mau membiayai anak yatim atau orang miskin atau membayar zakat, lha wong cari penghasilan yang pas-pasan saja tidak pernah pas.

Itulah masalahnya, atau lebih tepat, tantangannya. Kebanyakan orang-orang ini terjebak dalam tempurung tengkurap, bahwa yang namanya memberi adalah mengeluarkan uang atau materi. Padahal yang dimaksud oleh si pembicara tadi bahwa memberi itu bisa juga berupa ilmu, pengalaman, tenaga, pikiran, senyum, waktu dan tempat (seperti sering diberikan oleh MC), serta banyak hal-hal lain yang tidak berarti mengeluarkan uang. Yaaa paling-paling sekali waktu njajakke, mentraktir.

Dengan kata lain, terjemahan dari pesan si pembicara tadi adalah, kalau belum punya penghasilan ya memberilah dengan tanpa mengeluarkan uang. Kalau penghasilannya masih sedikit, ya memberilah sedikit dari yang sedikit itu. Kalau penghasilannya sudah banyak, ya memberilah lebih banyak dibanding yang sedikit tadi. Kalau habis? Isi ulang. Mudah, kan?

Maka, kata si pembicara : “Kalau bisa dan yang terpenting ikhlas melakukan itu, maka Insya Allah digaransi tidak akan merugi dan tidak bakal bangkrut”. Sebab yang mengeluarkan kartu garansi adalah Tuhan yang tidak pernah pu-tippu (malah sering menjadi korban penipuan, itupun tidak pernah jera membagi rejeki-Nya meski bolak-balik ditipu).

Kalau sebenarnya memulai bisnis yang dijamin pasti untung itu begitu mudahnya, kenapa tidak juga mulai dari sekarang? Mulailah dengan bisnis “memberi”. Setelah itu, setelah materi berhasil dikumpulkan sedikit demi sedikit, lalu kembangkan dan majukan bisnis “memberi” itu dengan bisnis-bisnis turunannya. Seperti misalnya jual baju (baru maupun bekas), jual ayam (hidup atau mati), jual komputer (baru atau rekondisi), jual makanan (mentah atau matang), dan banyak jual-jual lainnya yang (sekali lagi) jangan lupa untuk terus menjaga bobot kualitas banyak “memberi”.

Si pembicara lalu menambahkan pesannya : “Kemudian berbisnislah dengan mengikuti sifat-sifat nabi Muhammad saw., yaitu sidik (berkata benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan yang sebenarnya) dan fathonah (cerdas)”. Ini adalah empat sifat wajib Rosulullah yang wajib pula diteladani oleh umatnya.

Kedengarannya seperti pelajaran agama Islam. Padahal substansinya tidak semata-mata belajar ilmu tauhid. Karena si pembicara adalah seorang yang beragama Islam, maka pedoman yang disampaikan pun meneladani nabinya umat Islam. Namun sebenarnya apa yang disampaikan oleh si pembicara itu adalah sifat-sifat atau perilaku manusia yang sangat universal. Agama atau keyakinan apapun di muka bumi (termasuk aliran sesat), kurang-lebihnya juga menyandarkan perilaku normatif yang hampir sama secara substansi karakteristiknya. Dengan demikian, anjuran si pembicara itu sebenarnya berlaku umum bagi siapa saja.

Jika demikian mudahnya, mari kita memulai bisnis lalu kita ikuti anjuran si pembicaa tadi dan kita buktikan bahwa kita tidak akan bangkrut. Namun barangkali perlu disadari, kalau sudah niat ingsun mau action, ya action-lah sampai tuntas. Terkapar terengah-engah di tengah jalan adalah bagian dari proses pembelajaran sebelum dada menyentuh garis finish. Begitu kira-kira yang telah disampaikan oleh si pembicara dengan penuh keyakinan untuk meyakinkan. ***

http://madurejo.wordpress.com

Sabtu, 06 Maret 2010

Kekuatan mata hati

Kuterus mencoba untuk selalu terbuka
Namun….kadang sangat sulit untuk dibuka
Kuterus mencoba untuk selau ingat
Namun…kadang melupakanNya
Kuterus mencoba untuk selalu bersamaNya
Namun…kadang hati ini selalu menjauh
Ternyata kendali nafsuku masih kuat dalam jiwa
Masih terlena dalam genggamannya
Terpenjara olehnya dengan kerangkeng besi
Sementara hatiku meronta dan menangis
Neraka semakin dekat kepadaku
Menghampiriku dan mencabuk dengan keras
Aku meronta………..
Kesakitan yang sangat dalam
Bukan hanya air mata yang aku cucurkan
Darahpun mengalir dengan deras
Neraka adalah kerajaan nafsu
Tak kusangka dia menyiksaku dengan kejam
Padahal dia sangatlah dekat denganku
Menyesal aku telah berteman dengannya
Menyesal……….sangat menyesal
Sekarang aku memerlukan seseorang untuk melepaskanku dari penjara ini
Tapi mana mungkin, tidak ada yang tahu dimana keberadaanku
Penjara itu……..berada diantara dunia dan langit
Kucoba termenung di kehenigan malam
Dan kucoba untuk memusatkan hati pada yang kuasa
Kemudian kulantunkan lapadz " Allah " berulang kali
Dengan hati yang ikhlas padaNya
Diakhir kata aku berdoa " ya Allah , tundukanlah nafsu dihadapanku "
Aku bersujud kepadaNya sembari melinangkan air mata
Memohon ampun atas dosa yang telah aku lakukan
Malam telah berganti siang
Kutatapi nafsu dengan mata hati yang penuh cahaya
Butakan nafsu diam tak bergerak
Cahaya itu membukakan pintu nafsu dengan bebas
Sekarang …..nafsu telah terpenjara oleh mata hati yang bercahaya
Aku telah bebas bersama hati yang mulia
Ya ayyatuhannafsu al-mutmainnah
Irjingi ila rabbiki radhiatammardiyyah
Fadkhuli fi ibadi
Wadkhuli janntati

Sabtu, 27 Februari 2010

PT. SINARMAS Agrobusiness and Food MEMBERIKAN BANTUAN MATERIAL UNTUK PEMBANGUNAN MUSHOLLA BABUSSALAM LINGKUNGAN MTs. NURUL MUSTHAFA CANTUNG



zaydigital_ctg, 27 Februri 2010


PT. Sinarmas agrobusiness and food di wakili oleh manager PT. PKS Bukit Kapur telah memberikan bantuan materaial bangunan berupa Atap dan keramik kepada Ketua Yayasan Pendidikan Nurul Musthafa Cantung hari ini tadi tanggal 27 Februari 2010 jam 11.00 WITA. Adapun merterial yang diserahkan adalah Atap sakura roof 119 keping dan tehal keramik sebanyak 92 kota, yang diperuntukan untuk melanjutkan pembangunan musholla Babussalam yang sudah berjalan dan belum selesai di Lingkungan MTs. Nurul Musthafa Cantung.

Acara tersebut dihadiri oleh Kasi. Pem. Kecamatan Kelumpang Hulu, Kepala Desa Sungai Kupang, Ketua Yayasan Nurul Musthafa Cantung, Wakil Kepala Sekolah MTs, Nurul Musthafa Sungai Kupang beserta Dewana Guru, Serta Siswa-siswi MTs. Nurul Musthafa Sungai Kupang.

Ketua Yayasan MTs. Nurul Musthafa Cantung Wandiansyah melalui sambutanya menyambut gembira bantuan tersebut. Beliau atas nama yayasan menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak perusahaan (PT Sinarmas) yang telah memberikan bantuan dan dukungannya terhadap perkembangan pendidikan terutama di lingkungan yayasan Nurul Musthafa. Dan menurut beliau hal seperti ini perlu lebih dikembangkan dan berkelanjutan untuk perkembangan MTs. Nurul Musthafa Cantung.

Menurut Kepala Desa Sungai Kupang Jamal dalam sambutan beliau atas nama warga masyarakat Cantung mengucapkan terimakasih kepada pihak perusahaan atas bantuan yang deberikan. menurut beliau masih banyak lagi yang bisa dikembangkan di MTs. Nurul Musthafa Cantung ini terutama dalam hal peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu perlu adanya sumbangsih dari berbagai pihak, tidak terkecuali para investor yang ada di wilayah kecamatan Kelumpang Hulu.

Syamsudin, S. Sos (Kasi. Pem Kelumpang Hulu) atas nama Camat juga meneyampaikan ucapan terimakasih, beliau berharap hal seperti ini agar tetap berlanjut. Di dalam meningkatkan.

Ir. Abdurahman (manager PT. PKS Bukit Kapur) atas nama PT. Sinarmas Agrobusiness and food menyampaikan terimaksih kepda pihak yayasan yang telah memberikan kepercayan kepada mereka untuk ikut terlibat dalam pengembangan peningkatan pendidikan di MTs. Nurul Musthafa. Menrut beliau akan lebih banyak lagi program yang dilakukan pihak perusahaan dalam hal mengembangkan dunia pendidikan di Wilayah Kecamtn Kelumpang Hulu kabupaten Kotabaru.

Dengan adanya bantuan tersebut berupa atap dan tehal keramik diharapakan pembangunan Musholla Babussalam di lingkungan MTs. Nurul Mustahfa bisa dilanjutkan kembali yang sempat tertunda karena kekurangan dana. Sebelumnya PT. ITP Tarjun juga pernah memberikan bantuan material berupa semen sebanyak 70 sak. Akhamad berkati (Wk. Kepala MTs. Nurul Musthafa Cantung) menjelaskan Insya Allah sebelum Ramdhan nanti musholla tersebut sudah selesai dan bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan bagi Siswa-siswi MTs dan warga sekitar.

Menurut Arbianoor (Wk Kepala MTS. Bagian perencanaan) Pembangunan musholla Babussalam tersebut sudah berjalan 60 % dengan menggunakan dana sekitar Rp. 27.325.000,-. melalui bantuan atap dan tehal tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian musholla tersebut.Dana yang masih diperlukan diperkirakan kurang lebih Rp. 36.000.000,-. Untuk itu partisifasi dari semua lapisan masih diharapkan.

Jumat, 31 Juli 2009

LOMBA KEAGAMAAN DI MTs. NURUL MUSTHAFA CANTUNG KOTABARU KALIMANTAN SELATAN




Suasana cukup meriah di lokasi MTs. Nurul Mustahafa Cantung kemaren. Warga masyarakat berkumpul untuk menghadiri pembukaan lomba keagamaan yang digelar setiap tahun. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari PT.ITP Tarjun.
Dalam setiap kegiatan selalu diikuti dengan antusias oleh setiap perserta dari berbagai utusan. Kegiatan lomba tahun ini cukup istimewa karena ditambahkannya satu cabang lomba mewarna kaligrafi yang dikhususkan untuk anak-anak TK.
Acara pembukanaan kali ini diisi dengan berbagai atraksi dari anak MTs. Nurul Musthafa Cantung diantaranya Pembacaan sairi-sair habsy, tarian-tarian dan lain sebagainya.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mencari memberikan wawasan keagamaan kepada anak-anak, dan juga mencari bibit qari dan qari'ah baru. Adapun cabang yang dilombakan adalah sbb :
1. Lomba membaca ayat suci Alqur'an tingkat SD dan SMP (Putra Putri)
2. Lomba Azan Tingkat SD dan SMP (Putra)
3. Lomba kaligrafi tingkat SD dan SMP
4. Lomba mewarna kaligrafi untuk anak TK (Putra Putri)
5. Cerdas cermat tingakt SMP
6. Pildacil tinkgat SD (Putra Putri)